Santapan Rohani - 2009-11-24

Dipanggil Untuk Melayani


Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. —Markus 10:45

Bacaan Untuk Setahun: Yehezkiel 22—23, 1 Petrus 1

Ketika George W. Bush menjadi Presiden, ia mengadakan kunjungan kejutan untuk merayakan Thanksgiving dengan melayani makan malam bagi para prajurit yang ditugaskan ke luar negeri. Seorang reporter yang meliput berita itu berpikir mungkin sejumlah prajurit menyimpan makanan mereka sebagai sebuah tanda mata. Reporter ini menjelaskan, "Tidak sering terjadi seseorang dilayani oleh sang Presiden."

Semua pejabat yang terpilih adalah para pelayan masyarakat—pada umumnya, secara simbolis—sehingga mereka selalu melayani. Jadi, tampaknya tindakan untuk melayani seharusnya tidak perlu menjadi salah satu berita terbesar saat itu.

Banyak orang memiliki hasrat yang tulus untuk melayani orang lain, tetapi untuk sejumlah orang, pelayanan mereka sebenarnya adalah melayani diri sendiri. Hal ini nyata saat Yesus melatih para murid-Nya. Mereka beranggapan dengan mengikuti-Nya akan membuat mereka menjadi besar.

Namun, Yesus segera meluruskan mereka: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu" (Mrk. 10:42-43). Yesus menjelaskan kepada para murid bahwa mereka dilatih untuk menjadi pelayan: "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu" (ay.44).

Kita dapat mengikuti sejumlah seminar pelatihan kepemimpinan, tetapi para pemimpin yang baik hanyalah mereka yang terutama bersedia menjadi pelayan yang baik. —JAL

Mereka benar-benar memimpin, jika memimpin dengan kasih,
Dan dengan rendah hati melayani Tuhan;
Hidup mereka akan menghasilkan buah Roh
Dan memuliakan firman-Nya. —D. De Haan

Pemimpin yang baik adalah pelayan yang baik.

 

blogger templates | Make Money Online